Monday, 21 January 2013

Budaya berfikir instan dan cara menanggulanginya


BUDAYA BERFIKIR INSTAN DAN CARA MENANGGULANINYA


      Seseorang yang berbudaya instan selalu menginginkan segala sesuatu berjalan dengan cepat dan praktis tanpa proses,tanpa bersusah-susah, segera menghasilkan sesuatu yang diinginkan .Hal semacam ini sudah menggejala dalam kehidupan masyarakat khususnya generasi muda dewasa ini. Begitu juga dengan para pelajar kita terdeteksi selalu ingin mencari  jalan pintas untuk berprestasi.Mereka sudah sangat susah untuk diajak berfikir dengan proses natural .Bahkan jalan pintas/instan dalam berfikir sudah menjadi trend bagi kalangan muda.Sebagai contoh ketika murid akan ujian,mereka tidak belajar malah berkeliaran mencari bocoran soal.Murid hanya senang mengerjakan soal bentuk pilihan ganda dan enggan mengerjakan soal essay.Murid tidak konsen jika diterangkan proses terjadinya sesuatu atau langkah mengerjakan soal dan hanya mengerti yang simpel-simpel saja.dll.
      Orang orang yang membiasakan diri dengan jalan pintas/instan akhirnya suka berpikir singkat tanpa mau mengikuti proses, tanpa mau bersusah payah, yang penting tujuan tercapai. Padahal sebuah keberhasilan besar memerlukan proses panjang sebagai sebuah perjalanan penuh perjuangan. Sebuah proses juga akan menjadikan kematangan kepada seseorang dalam berfikir, bersikap dan mengambil keputusan penting dalam hidup dan karier sesorang.
      Cara berfikir instan membuat kita melupakan proses natural dari sesuatu. Seseorang ingin pandai tetapi tidak mau belajar dengan tekun dan sabar, Seseorang menjadi kaya tetapi tidak mau bekerja giat  tekun.Jika proses natural itu ditinggalkan akibatnya akan berbahaya dan berdampak buruk karena akan mendorong seseorang melakukan tindakan yang tidak terpuji.

Penyebab berfikir instan

1. Pengaruh perkembangan teknologi.
Teknologi telah membantu mempermudah dan mempercepat manusia dalam melakukan pekerjaan. Disadari atau tidak penggunaan teknologi telah mempengaruhi cara dan pola pikir manusia dalam menjalankan perannya.

2. Pengaruh Media. Media telah menyajikan begitu banyak informasi termasuk iklan yang seolah2 segala yang baik dan sukses begitu mudah untuk dicapai, semua langsung bisa-langsung ada, tanpa proses. Melalui internet setiap orang bisa mendapatkan informasi apa saja tanpa batas dengan mudahnya. Segala informasi yang tersaji dan mudah diakses mendorong orang untuk berpikir praktis dan mencari mudahnya.

3.Pendidikan yang salah mengarah pada berfikir instan.Proses belajar mengajar yang ideal kurang begitu diperhatikan yang penting anak dapat mengerjakan dan menjawab soal2 dengan benar, dan lulus 100%. Orientasi pembelajaran lebih diarahkan agar anak mendapat nilai "angka" yang baik. Sedangkan nilai "proses" semakin tidak tersentuh. Karena berorientasi pada nilai angka, maka pembelajaran diarahkan sekedar sesuai indikator dan kisi-kisi, biar mudah, cepat dan praktis, ini berarti mengajari anak berfikir instan.
4. Situasi zaman yang memaksa bertindak secara instan.

Akibat buruk berfikir instan

1. Orang menjadi malas mengikuti proses yang semestinya.
Proses yang panjang dan berjenjang dianggap sesuatu yang menyebalkan dan lambat. Orang akan lebih terfokus pada hasil akhir, tidak mau mengikuti proses yang mesti dilalui.
Orang tidak lagi mau mengantri untuk suatu urusan. Mulai dari mengurus bikin KTP, beli tiket, bayar pajak dan sebagainya. Tidak usah antri, cukup bayar sejumlah uang kepada oknum yang ngurus "hasilnya beres".

2. Orang bisa saja menghalalkan cara demi suatu tujuan.
Tidak peduli bagaimana cara yang mesti ditempuh, yang penting "tujuan" tercapai. Ingin kaya dengan penghasilan pas-pasan, lalu putar otak bagaimana caranya agar lekas kaya. Sekalipun harus korupsi, mencuri, menipu dan sebagainya. Norma-norma agama bisa ditinggalkannya, karena demi satu tujuan "kaya".

3. Menjadikan generasi santai dan manja.
Terbiasa dengan yang serba mudah dan cepat membuat orang menjadi malas berusaha, malas kerja keras dan tumbuh menjadi generasi santai dan manja.

4. Mudah frustasi karena hanya mengerti satu jalan,padahal dengan berfikir proses dapat ditemukan berbagai jalan penyelesaian terhadap permasalahan

5. Tidak dapat menghargai jerih payah orang lain karena menganggap mereka juga mendapatkan dengan instan.

6. Mudah dipermainkan situasi dan mudah dijadikan objek pasar/produk.

7. Sukar diajak maju.

.Cara menanggulanginya
1.Bagi pemerintah harus menciptakan situasi kehidupan yang harmonis bagi warga negaranya,seperti dalam memetapkan peraturan-peraturan harus mengarah pada berfikir secara proses.

2. Dalam dunia pendidikan harus dijamin pelaksanaan pendidikan yang mengarah pada pendekatan proses,tidak mementingkan nilai semata,kelulusan tidak hanya dinilai dalam satu sisi saja melainkan diarahkan pada pembelajaran yang komprehensif,menerapkan kurikulum yang sesuai untuk berkembangnya proses berfikir natural.

3. Bagi guru hendaknya melakukan kbm dengan pendekatan proses,melakukan penilaian autentik dan memberikan keteladanan yang nyata.

4. Bagi siswa hendaknya dapat memilih dan memilah informasi didunia maya maupun masmedia yang  memberi perkembangan kemampuan  berfikir.

5. Bagi masyarakat dan orangtua hendaknya memberikan contoh yang baik bagi generasi muda dan memberikan ruang untuk berkembangnya kreasi dan berfikir kawula muda.

No comments:

Post a Comment