fisika alam sederhana
Saturday, 4 May 2013
Monday, 11 February 2013
MEMAHAMI CTL
Menurut John Dewey, peserta didik
akan belajar dengan baik jika yang dipelajarinya terkait dengan
pengetahuan dan kegiatan yang telah diketahuinya dan terjadi di sekelilingnya.
Beberapa pengertian pembelajaran kontekstual , antara lain :
1. Pembelajaran Kontekstual atau Contextual
Teaching and Learning merupakan sebuah metode pembelajaran yang
dilakukan melalui sebuah pendekatan dengan cara memberikan kesempatan secara
penuh kepada peserta didik untuk mengaplikasikan / menerapkan apa yang dipelajarinya
di kelas.
2. Depdiknas, 2004 mendefinisikan
pembelajaran kontekstual sebagai konsep belajar yang membantu guru
mengkaitkan materi pelajaran yang diajarkan dengan situasi dunia nyata peserta
didik dan mendorong peserta didik untuk membuat hubungan antara pengetahuan
yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Fokus
pembelajaran kontekstual adalah pada perkembangan ilmu, ketrampilan,
dan pemahaman kontekstual peserta didik tentang hubungan antara mata pelajaran
yang dipelajarinya dengan kehidupan mereka sehari-hari / dunia nyata. Pembelajaran
dengan metode CTL ini akan jauh lebih bermakna jika guru lebih menekankan pada
kemampuan peserta didik untuk mengerti relavansi apa yang mereka pelajari di
sekolah dengan situasi kehidupan nyata di mana isi pelajaran akan digunakan.
Perbedaan antara
pendekatan CTL dengan Tradisional adalah sbb:
No.
|
Pilar/Solusi,
Indikator Masalah
|
Pendekatan CTL
|
Pendekatan
Tradisional
|
1
|
Konstruktivisme
|
Belajar berpusat pada siswa untuk mengkonstruksi bukan
menerima
|
Belajar yang berpusat pada guru, formal, serius
|
2
|
Inquiri
|
Pengetahuan diperoleh dengan menemukan, menyatukan rasa,
karsa dan karya
|
Pengetahuan
diperoleh siswa dengan duduk manis, mengingat seperangkat fakta, memisahkan
kegiatan fisik dengan intelektual
|
3
|
Bertanya
|
Belajar merupakan kegiatan produktif, menggali informasi,
menghasilkan pengetahuan dan keputusan
|
Belajar adalah kegiatan konsumtif, menyerap informasi
menghasilkan kebingungan dan kebosanan
|
4
|
Masyarakat Belajar
|
Kerjasama dan
maju bersama, saling membantu
|
Individualistis dan persaingan yang melelahkan
|
5
|
Pemodelan
|
Pembelajaran yang Multi ways, mencoba hal – hal
baru, kreatif
|
Pembelajaran yang One way, seragam takut mencoba,
takut salah
|
6
|
Refleksi
|
Pembelajaran
yang komprehensif, evaluasi diri sendiri/internal dan eksternal
|
Pembelajaran
yang terkotak – kotak, mengandalkan respon eksternal/guru
|
7
|
Penilaian Otentik
|
Penilaian
proses dan hasil, pengalaman belajar, tes dan non tes multi aspects
|
Penilaian hasil, paper and pencil test, kognitif
|
Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa
mencapai tujuannya. Maksudnya, guru
lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru
mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu
yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari menemukan
sendiri bukan dari apa kata guru. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola
dengan pendekatan kontekstual
Aspek penting yang perlu diperhatikan dalam PBM berbasis CTL adalah guru harus dapat membawa siswa ke dalam situasi belajar yang dapat menghubungkan apa saja yang ada di sekolah atau kelas dengan apa yang ada dalam kehidupan nyata siswa. Dengan demikian siswa akan merasakan dan menyadari manfaat belajar dengan pergi ke sekolah. Siswa juga dapat membuktikan sendiri dan menemukan jawaban dalam menghadapi kehidupan di luar kelas yang penuh tantangan dan masalah.
Aspek penting yang perlu diperhatikan dalam PBM berbasis CTL adalah guru harus dapat membawa siswa ke dalam situasi belajar yang dapat menghubungkan apa saja yang ada di sekolah atau kelas dengan apa yang ada dalam kehidupan nyata siswa. Dengan demikian siswa akan merasakan dan menyadari manfaat belajar dengan pergi ke sekolah. Siswa juga dapat membuktikan sendiri dan menemukan jawaban dalam menghadapi kehidupan di luar kelas yang penuh tantangan dan masalah.
Pembelajaran yang
dilaksanakan dengan strategi CTL memiliki karakteristik sebagai berikut.
• Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks yang otentik, artinya pembelajaran diarahkan agar siswa memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah dalam konteks nyata atau pembelajaran diupayakan dilaksanakan dalam lingkungan yang alamiah (Learning in real life setting).
• Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (Meaningful learning).
• Pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa melalui proses mengalami (Learning by doing)
• Pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi (Learning in a group).
• Kebersamaan, kerja sama, dan saling memahami secara mendalam merupakan aspek penting untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan(Learning to know each other deeply.)
• Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif, dan mementingkan kerja sama (learning to ask, to inquiry, to work together)
• Pembelajaran dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan. (Learning as an enjoy activity).
• Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks yang otentik, artinya pembelajaran diarahkan agar siswa memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah dalam konteks nyata atau pembelajaran diupayakan dilaksanakan dalam lingkungan yang alamiah (Learning in real life setting).
• Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (Meaningful learning).
• Pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa melalui proses mengalami (Learning by doing)
• Pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi (Learning in a group).
• Kebersamaan, kerja sama, dan saling memahami secara mendalam merupakan aspek penting untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan(Learning to know each other deeply.)
• Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif, dan mementingkan kerja sama (learning to ask, to inquiry, to work together)
• Pembelajaran dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan. (Learning as an enjoy activity).
Tujuh Pilar CTL dan
Karakteristiknya
• Konstruktivisme (constructivism)
• Bertanya (questioning)
• Penemuan ( Inquiry)
• Masyarakat Belajar ( learning community)
• Penilaian Sebenarnya (authentic assessment)
• Refleksi (reflection)
. Pemodelan (modeling)
1.Konstruktivisme
• Siswa belajar sedikit-demi sedikit dari konteks terbatas
• Siswa mengkonstruk sendiri pemahamannya
• Pemahaman yang mendalam diperoleh melalui pengalaman belajar yang bermakna
• Konstruktivisme (constructivism)
• Bertanya (questioning)
• Penemuan ( Inquiry)
• Masyarakat Belajar ( learning community)
• Penilaian Sebenarnya (authentic assessment)
• Refleksi (reflection)
. Pemodelan (modeling)
1.Konstruktivisme
• Siswa belajar sedikit-demi sedikit dari konteks terbatas
• Siswa mengkonstruk sendiri pemahamannya
• Pemahaman yang mendalam diperoleh melalui pengalaman belajar yang bermakna
2.Bertanya
• Mendorong siswa untuk mengetahui sesuatu
• Mengarahkan siswa untuk memperoleh informasi
• Digunakan utnuk menilai kemampuan siswa berpikir kritis
• Melatih siswa untuk berpikir kritis
• Mendorong siswa untuk mengetahui sesuatu
• Mengarahkan siswa untuk memperoleh informasi
• Digunakan utnuk menilai kemampuan siswa berpikir kritis
• Melatih siswa untuk berpikir kritis
3.Penemuan
• Siklus yang terdiri dari mengamati, bertanya, menganalisis dan merumuskan teori, baik perorangan maupun kelompok
• Diawali dengan pengamatan, lalu berkembang untuk memahami konsep/fenomena
• Mengembangkan dan menggunakan keterampilan berpikir kritis
4.Masyarakat Belajar
• Berbicara dan berbagi pengalaman dengan orang lain
• Bekerjasama dengan orang lain untuk menciptakan pembelajaran yang lebih baik dibandingkan dengan belajar sendiri
5.Pemodelan
• Membahasakan gagasan yang Anda pikirkan
• Mendemonstrasikan bagaimana Anda menginginkan para siswa untuk belajar
• Melakukan apa yang Anda inginkan agar siswa melakukannya
6.Penilaian yang sebenarnya
• Menilai dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber
• Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa
• Mempersyaratkan penerapan pengetahuan atau pengalaman
• Tugas-tugas yang kontekstual dan relevan
• Proses dan produk kedua-duanya dapat diukur
. 7.Refleksi
• Cara-cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari
• Menelaah dan merespon terhadap kejadian, aktivitas dan pengalaman
• Mencatat apa yang telah kita pelajari, bagaimana kita merasakan ide-ide baru
• Dapat berupa jurnal, diskusi dan karya seni
Sunday, 10 February 2013
CARA PENGECEKAN DATA POKOK PENDIDIK(DAPODIK)
Dikarenakan banyak nya yang bertanya dan mencari mengenai Pengecekan Data Guru Dapodik PTK, maka pada kesempatan kali ini saya akan posting tentang Pengecekan Data Guru Dapodik PTK yang dapat dilakukan secara online.
Bagi anda yang seorang guru dan ingin mengecek data anda, anda bisa gunakan link dan petunjuk di bawah ini untuk melakukan pengecekan data. Untuk mengecek data anda pada dapodik masalah PTK anda dapat dengan mudah melihatnya dengan cara login di website yang sudah ditentukan, perlu juga anda ketahui bahwa data yang terpenting yang dapat anda lihat disana yaitu kesesuian jumlah Jam Mengajar anda terlebih lagi jika anda telah sertifikasi.
Untuk cara mengecek Data Guru Dapodik PTK ini sangat mudah yaitu hanya dengan memasukkan NUPTK anda dan passwordnya. Password disini adalah tahun bulan tanggal lahir anda, Misalnya :
anda lahir tanggal 7 Juni 1988 maka password yang harus anda masukkan yaitu : 19880607
Untuk dapat angsung melakukan pengecekan data guru silahkan ikuti tautan berikut ini dan login sesuai dengan petunjuk diatas.
Wednesday, 30 January 2013
CARA MENCARI DATA POKOK KEPENDIDIKAN
Pemerintah khususnya Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya untuk meningkatkan keakuratan
pendataan pendidikan nasional. Seringnya terjadi kesimpangsiuran dan
ketidakvalidan data menyebabkan terhambatnya kegiatan di sektor pendidikan
karena belum ditunjang dengan teknologi dan informasi yang memadai. Sebagai
upaya percepatan pendataan Data Pendidikan, pemerintah pada tahun ini
memperkenalkan pendataan secara online, melalui software (aplikasi) yang
tersedia di website infopendataan.dikdas.kemdikbud.go.id. Sekolah yang sudah
memiliki aplikasi pendataan selanjutnya melakukan entry data berupa data
sekolah, data pendidik dan tenaga kependidikan, dan data siswa
selengkap-lengkapnya. Setelah terisi lengkap kemudian dikirim secara online.
Untuk mengetahui data sekolah sudah
terkirim atau sudah diterima oleh server caranya yaitu :
- Kemudian pada menu Beranda, lihat table report progress
pendataan pendidikan dasar 2012
- Cari propinsi yang sesuai, lalu klik tanda plus (+) pada
samping kiri nama propinsi, maka akan terbuka daftar nama kabupaten, kemudian
klik lagi tanda plus pada kabupaten untuk melihat daftar kecamatan, lalu klik
lagi tanda plus pada nama kecamatan maka akan terlihat nama-nama sekolah yang
ada pada kecamatan tersebut, lalu cari nama sekolah kita, apabila sudah
diterima maka aka nada keterangan tanggal diterima dan statusnya, jika tertulis
berhasil diproses berarti sudah diterima server, jika masih status kosong
berarti sekolah belum mengirim data atau gagal dalam pengiriman ke server.
Selanjutnya jika data sudah berhasil
diproses, kita dapat mengakses data sekolah secara online dengan cara :
Tuesday, 22 January 2013
KODE ETI K GURU
a. Guru berprilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
b. Guru membimbing peserta didik untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak-hak dan kewajibannya sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.
c. Guru mengakui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan masing-masingnya berhak atas layanan pembelajaran.
d. Guru menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan.
e. Guru secara perseorangan atau bersama-sama secara terus-menerus berusaha menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagailingkungan belajar yang efektif dan efisien bagi peserta didik.
f. Guru menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diridari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.
g. Guru berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap gangguan yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik.
h. Guru secara langsung mencurahkan usaha-usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya.
i. Guru menjunjung tinggi harga diri, integritas, dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya.
j. Guru bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil.
k. Guru berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya.
l. Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya.
m. Guru membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar, menimbulkan gangguan kesehatan, dan keamanan.
n. Guru tidak membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan, hukum, kesehatan, dan kemanusiaan.
o. Guru tidak menggunakan hubungan dan tindakan profesionalnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial, kebudayaan, moral, dan agama.
p. Guru tidak menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan-keuntungan pribadi.
(2) Hubungan Guru dengan Orangtua/Wali Murid :
1. Guru berusaha membina hubungankerjasama yang efektif danefisien dengan orangtua/wali siswa dalammelaksanakan proses pendidikan.
2. Guru memberikan informasi kepada orangtua/wali secara jujur dan objektif mengenai perkembangan peserta didik.
3. Guru merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orangtua/walinya.
4. Guru memotivasi orangtua/wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam memajukan danmeningkatkan kualitas pendidikan.
5. Guru bekomunikasi secara baik dengan orangtua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya.
6. Guru menjunjung tinggi hak orangtua/wali siswa untuk berkonsultasi denganya berkaitan dengan kesejahteraan, kemajuan, dan cita-cita anak atau anak-anak akan pendidikan.
7. Guru tidak melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orangtua/wali siswa untuk memperoleh keuntungan-keuntungan pribadi.
(3) Hubungan Guru dengan Masyarakat :
1. Guru menjalin komunikasi dan kerjasama yang harmonis, efektif, dan efisien dengan masyarakat untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.
2. Guru mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
3. Guru peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
4. Guru bekerjasama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan prestise dan martabatprofesinya.
5. Guru melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan aktif dalam pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya.
6. Guru mememberikan pandangan profesional, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat.
7. Guru tidak membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepadamasyarakat.
8. Guru tidak menampilkan diri secaraekslusif dalam kehidupan bermasyarakat.
(4) Hubungan Guru dengan Sekolah dan Rekan Sejawat:
a. Guru memelihara dan meningkatkan kinerja, prestasi, dan reputasi sekolah.
b. Guru memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif dalam melaksanakan proses pendidikan.
c. Guru menciptakan suasana sekolah yang kondusif.
d. Guru menciptakan suasana kekeluargaan di didalam dan luar sekolah.
e. Guru menghormati rekan sejawat.
f. Guru saling membimbing antarsesama rekan sejawat.
g. Guru menjunjung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan dengan standar dan kearifan profesional.
h. Guru dengan berbagai cara harus membantu rekan-rekan juniornya untuk tumbuh secara profesional danmemilih jenis pelatihan yang relevan dengan tuntutan profesionalitasnya.
i. Guru menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat-pendapat profesional berkaitan dengan tugas-tugas pendidikan dan pembelajaran.
j. Guru membasiskan-diri pada nilai-nilai agama, moral, dan kemanusiaandalam setiap tindakan profesional dengan sejawat.
k. Guru memiliki beban moral untuk bersama-sama dengan sejawat meningkatkan keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas-tugas profesional pendidikan dan pembelajaran.
l. Guru mengoreksi tindakan-tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah-kaidah agama, moral, kemanusiaan, dan martabat profesionalnya.
m. Guru tidak mengeluarkan pernyataan-keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat atau calon sejawat.
n. Guru tidak melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang akan merendahkan marabat pribadi dan profesional sejawatnya.
o. Guru tidak mengoreksi tindakan-tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa atau masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
p. Guru tidak membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan-pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum.
q. Guru tidak menciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat.
(5) Hubungan Guru dengan Profesi :
a. Guru menjunjung tinggi jabatan guru sebagai sebuah profesi.
b. Guru berusaha mengembangkan dan memajukan disiplin ilmu pendidikan dan mata pelajaran yang diajarkan.
c. Guru terus menerus meningkatkan kompetensinya.
d. Guru menunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas profesionaldan bertanggungjawabatas konsekuensinya.
e. Guru menerima tugas-tugas sebagai suatu bentuk tanggungjawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
f. Guru tidak melakukan tindakan danmengeluarkan pendapat yang akan merendahkan martabat profesionalnya.
g. Guru tidak menerima janji, pemberian, dan pujian yang dapat mempengaruhi keputusan atau tindakan-tindakan profesionalnya.
h. Guru tidak mengeluarkan pendapatdengan maksud menghindari tugas-tugas dan tanggung jawab yang muncul akibat kebijakan baru di bidang pendidikan dan pembelajaran.
(6) Hubungan Guru dengan Organisasi Profesinya :
1. Guru menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program-program organisasi bagi kepentingan kependidikan.
2. Guru memantapkan dan memajukan organisasi profesi guruyang memberikan manfaat bagi kepentingan kependidikan.
3. Guru aktif mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat.
4. Guru menunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggungjawab atas konsekuensinya.
5. Guru menerima tugas-tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggungjawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
6. Guru tidak melakukan tindakan danmengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesinya.
7. Guru tidak mengeluarkan pendapatdan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya.
8. Guru tidak menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
(7) Hubungan Guru dengan Pemerintah
:
1. Guru memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, UU tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang tentang Guru dan Dosen, dan ketentuan perundang-undangan lainnya.
2. Guru membantu program pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan yang berbudaya.
3. Guru berusaha menciptakan, memelihara dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dalamkehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila danUUD 1945.
4. Guru tidak menghindari kewajibanyang dibebankan oleh pemerintah atau satuan pendidikan untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran.
5. Guru tidak melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara.
BERWIBAWA DI DEPAN KELAS
Salah satu kunci keberhasilan guru dalam kegiatan belajar dan mengajar dikelas adalah kewibawaan yang dipancarkan lewat karisma yang dimilikinya.Wibawa seorang guru menentukan terciptanya suasana kelas yang kondusif untuk pelaksanaan pembelajaran yang optimal.Seorang guru yang berwibawa akan menjadikan siswa patuh terhadap guru tanpa harus memarahinya,sebaliknya guru yang tidak berwibawa dapat mengakibatkan suasana kelas yang tidak kondusif,gaduh,dan mungkin terjadi saling ganggu diantara siswa.Tentu saja suasana yang seperti ini tidak dapat dipakai untukkegiatan pembelajaran yang baik.
Diera zaman yang sarat dengan arus informasi dan tehnologi sekarang ini,mengharuskan guru untuk memberi porsi waktu yang lebih besar pada pengelolaan kelas dibandingkan penyajian materi.Sebab kebanyakan siswa mungkin telah banyak mengakses materi lewat berbagai media,yang terkadang membuat siswa menjadi tidak perhatian pada guru dikarenakan merasa sudah tahu.Berbeda dengan karakter siswa pada zaman dulu yang masih sangat patuh pada guru,sehingga guru mudah menciptakan suasana yang kondusif.Meskipun zaman telah berubah dengan segala konsekwensinya,wibawa seorang guru tetap menjadikan kunci bagi terselenggaranya pendidikan yang efektif dan kondusif.Dengan kewibawaan mungkin akan membuat siswa melakukan kegiatan dengan kesadaran tanpa harus kita awasi dan kita perintah.
Berikut beberapa anjuran agar guru menjadi berwibawa:
1.Jangan memaksakan diri pada siswa untuk menghormati dirinya dengan cara-cara yang kasar,menekan psikisnya,memarahi dan lain -lain tindakan yang tidak nyaman.
2.Jangan mengistimewakan salah satu siswa,karena dengan perbuatan semacam ini siswa lain menjadi merasa tidak diperhatikan.Keadilan guru harus diutamakan.
3.Jangan sekali-kali melecehkan siswa dengan menyerang kehormatannya,bagaimanapun siswa juga memiliki kehormatan yang perlu diperhatikan.
4.Sering memotivasi murid agar berhasil.
5.Berpakainlah yang rapi
6.Kuasailah materi yang akan diajarkan dengan sebaik-baiknya disertai daya dukung ilmu lain bila diperlukan
7.Disiplin dalam menggunakan waktu yang disediakan
8.Rajin dan tekunlah dalam beribadah
9.Terus mengembangkan kemampuan keilmuan mendidik
Subscribe to:
Posts (Atom)