Monday, 11 February 2013



MEMAHAMI    CTL
 

Menurut John Dewey, peserta didik akan belajar dengan baik jika yang dipelajarinya terkait  dengan pengetahuan dan kegiatan yang telah diketahuinya dan terjadi di sekelilingnya.
Beberapa pengertian pembelajaran kontekstual , antara lain :
1.      Pembelajaran Kontekstual atau  Contextual Teaching and Learning merupakan sebuah metode pembelajaran yang dilakukan melalui sebuah pendekatan dengan cara memberikan kesempatan secara penuh kepada peserta didik untuk mengaplikasikan / menerapkan apa yang dipelajarinya di kelas.
2.      Depdiknas, 2004 mendefinisikan pembelajaran kontekstual sebagai konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan materi pelajaran yang diajarkan dengan situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong peserta didik untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Fokus pembelajaran kontekstual adalah  pada perkembangan ilmu, ketrampilan, dan pemahaman kontekstual peserta didik tentang hubungan antara mata pelajaran yang dipelajarinya dengan kehidupan mereka sehari-hari / dunia nyata. Pembelajaran dengan metode CTL ini akan jauh lebih bermakna jika guru lebih menekankan pada kemampuan peserta didik untuk mengerti relavansi apa yang mereka pelajari di sekolah dengan situasi kehidupan nyata di mana isi pelajaran akan digunakan.
Perbedaan antara pendekatan CTL dengan Tradisional adalah sbb:


No.
Pilar/Solusi, Indikator Masalah
Pendekatan CTL
Pendekatan Tradisional
1
Konstruktivisme
Belajar berpusat pada siswa untuk mengkonstruksi bukan menerima
Belajar yang berpusat pada guru, formal, serius
2
Inquiri
Pengetahuan diperoleh dengan menemukan, menyatukan rasa, karsa dan karya
Pengetahuan diperoleh siswa dengan duduk manis, mengingat seperangkat fakta, memisahkan kegiatan fisik dengan intelektual
3
Bertanya
Belajar merupakan kegiatan produktif, menggali informasi, menghasilkan pengetahuan dan keputusan
Belajar adalah kegiatan konsumtif, menyerap informasi menghasilkan kebingungan dan kebosanan
4
Masyarakat Belajar
Kerjasama dan maju bersama, saling membantu
Individualistis dan persaingan yang melelahkan
5
Pemodelan
Pembelajaran yang Multi ways, mencoba hal – hal baru, kreatif
Pembelajaran yang One way, seragam takut mencoba, takut salah
6
Refleksi
Pembelajaran yang komprehensif, evaluasi diri sendiri/internal dan eksternal
Pembelajaran yang terkotak – kotak, mengandalkan respon eksternal/guru
7
Penilaian Otentik
Penilaian proses dan hasil, pengalaman belajar, tes dan non tes multi aspects
Penilaian hasil, paper and pencil test, kognitif

Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual
Aspek penting yang perlu diperhatikan dalam PBM berbasis CTL adalah guru harus dapat membawa siswa ke dalam situasi belajar yang dapat menghubungkan apa saja yang ada di sekolah atau kelas dengan apa yang ada dalam kehidupan nyata siswa. Dengan demikian siswa akan merasakan dan menyadari manfaat belajar dengan pergi ke sekolah. Siswa juga dapat membuktikan sendiri dan menemukan jawaban dalam menghadapi kehidupan di luar kelas yang penuh tantangan dan masalah.
Pembelajaran yang dilaksanakan dengan strategi CTL memiliki karakteristik sebagai berikut.
• Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks yang otentik, artinya pembelajaran diarahkan agar siswa memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah dalam konteks nyata atau pembelajaran diupayakan dilaksanakan dalam lingkungan yang alamiah (Learning in real life setting).
• Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (Meaningful learning).
• Pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa melalui proses mengalami (Learning by doing)
• Pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi (Learning in a group).
• Kebersamaan, kerja sama, dan saling memahami secara mendalam merupakan aspek penting untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan(Learning to know each other deeply.)
• Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif, dan mementingkan kerja sama (learning to ask, to inquiry, to work together)
• Pembelajaran dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan.
(Learning as an enjoy activity).


Tujuh Pilar CTL dan Karakteristiknya
• Konstruktivisme (constructivism)
• Bertanya (questioning)
• Penemuan ( Inquiry)
• Masyarakat Belajar ( learning community)
• Penilaian Sebenarnya (authentic assessment)
• Refleksi (reflection)
.  Pemodelan (modeling)

1.Konstruktivisme
• Siswa belajar sedikit-demi sedikit dari konteks terbatas
• Siswa mengkonstruk sendiri pemahamannya
• Pemahaman yang mendalam diperoleh melalui pengalaman belajar yang bermakna

2.Bertanya
• Mendorong siswa untuk mengetahui sesuatu
• Mengarahkan siswa untuk memperoleh informasi
• Digunakan utnuk menilai kemampuan siswa berpikir kritis
• Melatih siswa untuk berpikir kritis

3.Penemuan
• Siklus yang terdiri dari mengamati, bertanya, menganalisis dan merumuskan teori, baik perorangan maupun kelompok
• Diawali dengan pengamatan, lalu berkembang untuk memahami konsep/fenomena
• Mengembangkan dan menggunakan keterampilan berpikir kritis

4.Masyarakat Belajar
• Berbicara dan berbagi pengalaman dengan orang lain
• Bekerjasama dengan orang lain untuk menciptakan pembelajaran yang lebih baik dibandingkan dengan belajar sendiri

5.Pemodelan
• Membahasakan gagasan yang Anda pikirkan
• Mendemonstrasikan bagaimana Anda menginginkan para siswa untuk belajar
• Melakukan apa yang Anda inginkan agar siswa melakukannya

6.Penilaian yang sebenarnya
• Menilai dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber
• Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa
• Mempersyaratkan penerapan pengetahuan atau pengalaman
• Tugas-tugas yang kontekstual dan relevan
• Proses dan produk kedua-duanya dapat diukur

. 7.Refleksi
• Cara-cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari
• Menelaah dan merespon terhadap kejadian, aktivitas dan pengalaman
• Mencatat apa yang telah kita pelajari, bagaimana kita merasakan ide-ide baru
• Dapat berupa jurnal, diskusi dan karya seni

No comments:

Post a Comment