MEMAHAMI CTL
Menurut John Dewey, peserta didik
akan belajar dengan baik jika yang dipelajarinya terkait dengan
pengetahuan dan kegiatan yang telah diketahuinya dan terjadi di sekelilingnya.
Beberapa pengertian pembelajaran kontekstual , antara lain :
1. Pembelajaran Kontekstual atau Contextual
Teaching and Learning merupakan sebuah metode pembelajaran yang
dilakukan melalui sebuah pendekatan dengan cara memberikan kesempatan secara
penuh kepada peserta didik untuk mengaplikasikan / menerapkan apa yang dipelajarinya
di kelas.
2. Depdiknas, 2004 mendefinisikan
pembelajaran kontekstual sebagai konsep belajar yang membantu guru
mengkaitkan materi pelajaran yang diajarkan dengan situasi dunia nyata peserta
didik dan mendorong peserta didik untuk membuat hubungan antara pengetahuan
yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Fokus
pembelajaran kontekstual adalah pada perkembangan ilmu, ketrampilan,
dan pemahaman kontekstual peserta didik tentang hubungan antara mata pelajaran
yang dipelajarinya dengan kehidupan mereka sehari-hari / dunia nyata. Pembelajaran
dengan metode CTL ini akan jauh lebih bermakna jika guru lebih menekankan pada
kemampuan peserta didik untuk mengerti relavansi apa yang mereka pelajari di
sekolah dengan situasi kehidupan nyata di mana isi pelajaran akan digunakan.
Perbedaan antara
pendekatan CTL dengan Tradisional adalah sbb:
No.
|
Pilar/Solusi,
Indikator Masalah
|
Pendekatan CTL
|
Pendekatan
Tradisional
|
1
|
Konstruktivisme
|
Belajar berpusat pada siswa untuk mengkonstruksi bukan
menerima
|
Belajar yang berpusat pada guru, formal, serius
|
2
|
Inquiri
|
Pengetahuan diperoleh dengan menemukan, menyatukan rasa,
karsa dan karya
|
Pengetahuan
diperoleh siswa dengan duduk manis, mengingat seperangkat fakta, memisahkan
kegiatan fisik dengan intelektual
|
3
|
Bertanya
|
Belajar merupakan kegiatan produktif, menggali informasi,
menghasilkan pengetahuan dan keputusan
|
Belajar adalah kegiatan konsumtif, menyerap informasi
menghasilkan kebingungan dan kebosanan
|
4
|
Masyarakat Belajar
|
Kerjasama dan
maju bersama, saling membantu
|
Individualistis dan persaingan yang melelahkan
|
5
|
Pemodelan
|
Pembelajaran yang Multi ways, mencoba hal – hal
baru, kreatif
|
Pembelajaran yang One way, seragam takut mencoba,
takut salah
|
6
|
Refleksi
|
Pembelajaran
yang komprehensif, evaluasi diri sendiri/internal dan eksternal
|
Pembelajaran
yang terkotak – kotak, mengandalkan respon eksternal/guru
|
7
|
Penilaian Otentik
|
Penilaian
proses dan hasil, pengalaman belajar, tes dan non tes multi aspects
|
Penilaian hasil, paper and pencil test, kognitif
|
Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa
mencapai tujuannya. Maksudnya, guru
lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru
mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu
yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari menemukan
sendiri bukan dari apa kata guru. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola
dengan pendekatan kontekstual
Aspek penting yang perlu diperhatikan dalam PBM berbasis CTL adalah guru harus dapat membawa siswa ke dalam situasi belajar yang dapat menghubungkan apa saja yang ada di sekolah atau kelas dengan apa yang ada dalam kehidupan nyata siswa. Dengan demikian siswa akan merasakan dan menyadari manfaat belajar dengan pergi ke sekolah. Siswa juga dapat membuktikan sendiri dan menemukan jawaban dalam menghadapi kehidupan di luar kelas yang penuh tantangan dan masalah.
Aspek penting yang perlu diperhatikan dalam PBM berbasis CTL adalah guru harus dapat membawa siswa ke dalam situasi belajar yang dapat menghubungkan apa saja yang ada di sekolah atau kelas dengan apa yang ada dalam kehidupan nyata siswa. Dengan demikian siswa akan merasakan dan menyadari manfaat belajar dengan pergi ke sekolah. Siswa juga dapat membuktikan sendiri dan menemukan jawaban dalam menghadapi kehidupan di luar kelas yang penuh tantangan dan masalah.
Pembelajaran yang
dilaksanakan dengan strategi CTL memiliki karakteristik sebagai berikut.
• Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks yang otentik, artinya pembelajaran diarahkan agar siswa memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah dalam konteks nyata atau pembelajaran diupayakan dilaksanakan dalam lingkungan yang alamiah (Learning in real life setting).
• Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (Meaningful learning).
• Pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa melalui proses mengalami (Learning by doing)
• Pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi (Learning in a group).
• Kebersamaan, kerja sama, dan saling memahami secara mendalam merupakan aspek penting untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan(Learning to know each other deeply.)
• Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif, dan mementingkan kerja sama (learning to ask, to inquiry, to work together)
• Pembelajaran dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan. (Learning as an enjoy activity).
• Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks yang otentik, artinya pembelajaran diarahkan agar siswa memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah dalam konteks nyata atau pembelajaran diupayakan dilaksanakan dalam lingkungan yang alamiah (Learning in real life setting).
• Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (Meaningful learning).
• Pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa melalui proses mengalami (Learning by doing)
• Pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi (Learning in a group).
• Kebersamaan, kerja sama, dan saling memahami secara mendalam merupakan aspek penting untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan(Learning to know each other deeply.)
• Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif, dan mementingkan kerja sama (learning to ask, to inquiry, to work together)
• Pembelajaran dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan. (Learning as an enjoy activity).
Tujuh Pilar CTL dan
Karakteristiknya
• Konstruktivisme (constructivism)
• Bertanya (questioning)
• Penemuan ( Inquiry)
• Masyarakat Belajar ( learning community)
• Penilaian Sebenarnya (authentic assessment)
• Refleksi (reflection)
. Pemodelan (modeling)
1.Konstruktivisme
• Siswa belajar sedikit-demi sedikit dari konteks terbatas
• Siswa mengkonstruk sendiri pemahamannya
• Pemahaman yang mendalam diperoleh melalui pengalaman belajar yang bermakna
• Konstruktivisme (constructivism)
• Bertanya (questioning)
• Penemuan ( Inquiry)
• Masyarakat Belajar ( learning community)
• Penilaian Sebenarnya (authentic assessment)
• Refleksi (reflection)
. Pemodelan (modeling)
1.Konstruktivisme
• Siswa belajar sedikit-demi sedikit dari konteks terbatas
• Siswa mengkonstruk sendiri pemahamannya
• Pemahaman yang mendalam diperoleh melalui pengalaman belajar yang bermakna
2.Bertanya
• Mendorong siswa untuk mengetahui sesuatu
• Mengarahkan siswa untuk memperoleh informasi
• Digunakan utnuk menilai kemampuan siswa berpikir kritis
• Melatih siswa untuk berpikir kritis
• Mendorong siswa untuk mengetahui sesuatu
• Mengarahkan siswa untuk memperoleh informasi
• Digunakan utnuk menilai kemampuan siswa berpikir kritis
• Melatih siswa untuk berpikir kritis
3.Penemuan
• Siklus yang terdiri dari mengamati, bertanya, menganalisis dan merumuskan teori, baik perorangan maupun kelompok
• Diawali dengan pengamatan, lalu berkembang untuk memahami konsep/fenomena
• Mengembangkan dan menggunakan keterampilan berpikir kritis
4.Masyarakat Belajar
• Berbicara dan berbagi pengalaman dengan orang lain
• Bekerjasama dengan orang lain untuk menciptakan pembelajaran yang lebih baik dibandingkan dengan belajar sendiri
5.Pemodelan
• Membahasakan gagasan yang Anda pikirkan
• Mendemonstrasikan bagaimana Anda menginginkan para siswa untuk belajar
• Melakukan apa yang Anda inginkan agar siswa melakukannya
6.Penilaian yang sebenarnya
• Menilai dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber
• Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa
• Mempersyaratkan penerapan pengetahuan atau pengalaman
• Tugas-tugas yang kontekstual dan relevan
• Proses dan produk kedua-duanya dapat diukur
. 7.Refleksi
• Cara-cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari
• Menelaah dan merespon terhadap kejadian, aktivitas dan pengalaman
• Mencatat apa yang telah kita pelajari, bagaimana kita merasakan ide-ide baru
• Dapat berupa jurnal, diskusi dan karya seni
No comments:
Post a Comment